Wednesday, August 02, 2006

Atas nama kasur, bantal, & guling...

Malem ini aku berasa kosong banget..
Ya, tulisan ini dibuat dinihari.. jam udah nunjukkin 01:52, bagian waktu Surabaya yang bergerak lambat di malam hari, tapi cepet banget kalau siang hari..
Perbedaan yang terlalu mencolok, sama dengan apa yang aku hadapi hari-hari belakangan ini.

Entah tulisan ini jadi curhat, atau hanya ungkapan kosong yang ngalor-ngidul kemana-mana,
Tapi mungkin kalau aku tuliskan beberapa kata malam ini, aku bisa ketolong dikit demi sedikit untuk mulai melelahkan mata, & nutup mata untuk malam ini..
Coba untuk berharap semoga aku diberi mimpi indah, & tidak dibangunkan dulu sebelum aku puas dengan mimpi itu..
Mencoba belajar untuk menikmati khayalan yang ngambang di alam bawah sadar, level kesekian dari tingkat kesadaran alam bawah sadar saat tidur menjemput kita,
Entah singkat atau lama, toh namanya juga mimpi..

Tapi sayangnya, mungkin aku yang udah lupa sama apa artinya mimpi indah, setelah bertahun-tahun mencoba hidup dalam kenangan2 masa lalu yang seringkali lebih banyak sedih daripada suka.
Lebih banyak duka yang ngebuat aku lebih cocok jadi peran pendiam di sinetron2 kebanyakan tentang sang pemurung.
Tapi untungnya aku gemini, bisa pake topeng dengan enaknya di hadapan banyak orang, bisa sembunyi2 sendu, padahal orang ngeliat sebuah figur tertawa terbahak-bahak.
2 raut wajah, dalam satu diri. Mirip sama Didik Ninik Thowok, pujangga seni tari topeng kembar yang badannya bisa jadi dua orang sekaligus di satu panggung.

Tapi kayanya aku jauh lebih gagah deh dari Ninik Thowok itu. Meskipun dia lebih berani mengakui kalau dia pake topeng depan-belakang, sedangkan aku nggak pernah mau terlihat topeng yang satu lagi. Pride in the name of disharmony.

Halaahhhh, ngomong apa sih aku yah? Kaya' lagi berkhayal jadi pujangga, nulis ngelindur kemana-mana. Yah, namanya juga orang insomnia akut, yang hobby nyeruput kopi tapi benci banget kalau susah tidur malem-malem. Tapi makan gule kambing malem ini lumayan nolong darah rendahku (ada yang mau, supaya nggak darah rendah juga? Lagi trend lho darah rendah, supaya kita bisa dijauhin sama dracula & vampire & sebangsaning, mereka benci banget sama orang2 darah rendah, bikin mereka susah terbang malem2, nggak ada tenaga soalnya).
Plus kombinasi unik hidangan italy - personal pan pizza - & gule kambing versi jawa timuran, ngebuat aku makin lupa siapa aku yah? Toh entitasku juga nggak bisa dibilang mirip orang Itali, nggak punya tampang Del Piero or pemain2 italy yang cepaknya bikin banyak cewe terkagum-kagum. Yahh, bisa deh dibilang mirip dikit sama Zizou, versi Sunda, Jinedin Jidan.. halahh, edann pisannn euyyy seruduk sini seruduk sana a’la banteng spanyol.

Yah, ini cuma sedikit tulisan menjelang tidur, yang baru aku kirim posting besok pagi kalo udah di kantor, gara2 petak 3x4 kost-sweet-kost (ini majas baru, mengasyikkan kalimat yang udah jelas nggak bisa dilihat asyik) nggak punya kabel jaringan ke kantor yang jaraknya cuma 200 meteran versi garis lurus, dan 350 meteran versi belak-belok..

Just a very simple words to bring me to bed, at 02:10 at noon-morning. Reminds me that i always love to write down everythings cross in my mind...
Words could be sharpen than sword, also wiser than prophet. Kalimatnya Jalaludin Rumi. Sufisme yang selalu bikin aku kangen sama Allah di atas sana, yang udah ngejagain ayah dengan sesempurnanya perhatianNya. Dan sekarang, mungkin Allah punya rencana lain untuk menyatukan kembali sang ayah & ibu dalam satu telapak keagunganNya, yang menghangati tiap detak nadi aku yang nggak tahu lagi bagaimana caranya meneteskan air mata...
Toh, sajadah tipis di kost-sweet-kost ini udah nemenin aku kalau aku hanyut di sungai itu, mengingat kalimat sederhana “panggil aku, ya Khalik, saat aku lupa akan nafasku, saat aku lupa akan hangat matahari pagi, atau saat aku rindu akan cahayaMu. Panggil aku kembali dari dunia ini, untuk berpelukan dengan Asma-Mu yang tak pernah lepas dari pusaran cinta. Tidurkan aku dalam lelap, berikan aku mimpi seolah aku ada di dekatMu, tarik nafasku agar aku beristirahat selamanya dalam hangat ampunanMu...”


(re-write from original)
Kost-an, Surabaya, 18 Juli 2006,
Dinihari, 2:19 local time
... Atas nama kasur, bantal, & guling...
Minta ijin untuk tidur...

1 comment:

Anonymous said...

satu orang lagi yang ternyata insomnia :-) nice to read your words, feel the spirit within..
terusin nulisnya yah