“Seperti apa dunia dalam cermin hidup?
Saat semua hal penuh oleh amarah
Mestinya mata pikiran kita terbuka
Seperti apa dunia dalam cermin hidup?
Saat semua hal penuh oleh amarah
Kitapun hanya berserakan
…dan berserakan
Garis hidup
Hanya setitik air pada laut
Tak berbatas
Masih saja kau tutup hati
Meski kau dapat merasa cintaku……”
Jalanan Bandung, 4 Desember ’97 – hancur
(taken from the original words)
No comments:
Post a Comment