Tuesday, August 15, 2006

DiaLog dengan MaLam

Perbincangan dengan Malam
Selamat malam, hari yang panjang
Selamat malam, Malam yang indah
Maaf mengganggumu dalam gelap…
Hanya untuk bicara sedikit…

setelah hari yang panjang dan terik…
Oh…tolong Malam
Jangan tanya siapa aku,
Waktu ini aku tidak tahu siapa aku
Jangan tanya itu…

Pernahkah suatu saat, Malam,
kau merasa asing pada bintang?
Pada hampa udara di sekelilingmu?
Maaf mengganggu, hanya ingin tahu…
Malam, aku seolah tidak kenal lagi,
siapa sebenarnya aku

Pernahkah, Malam, kau benci pada semua bintangmu?
Bagian dirimu?
Aku benci diriku, Malam…
Aku tidak punya kata lain lagi…
Siapa aku semakin samar
Apa? Untuk siapa aku ada?
Akan kujawab, aku ada untuk mencintai
Tapi tolong jangan tanya lagi siapa aku…
Aku sendiri tak tahu
Aku hanya ada untuk orang yang kucintai,
Tidak untuk orang lain…
Tidak juga untuk diriku sendiri,

karena siapa aku semakin kabur

Malam, apakah aku harus menatap Mentari,
untuk sadarkan diri dari semuanya?
Ataukah aku harus terdiam di bawah bulan,

untuk dapati ketenangan?
Ataukah hanya putus asa yang kudapat?
Tapi aku memang begitu…dan aku tidak tahu siapa aku!!!

Malam, kau berucap aku sedemikian kotor…
Tapi aku ada untuk orang yang kucintai,

tapi salah kulakukan untuk mereka
Aneh, tapi aku memang kotor, kehilangan,

dan aku semakin tak tahu siapa aku…
Malam, jangan pergi dariku,
Aku hanya ingin bicara sedikit,

tentang penyesalan dan dosaku…
Tapi jangan kau ulangi lagi pertanyaan itu,

karena aku tak tahu siapa aku…
Dan jangan bicara tentang kepercayaan diri,

karena aku tidak punya itu,
aku hanya sesali kenapa aku seperti ini…
Apa yang kaulihat, Malam?

Apakah letihku menarik perhatianmu?
Ya, aku letih, sedih, hilang harapan…
dan bila itu membuat wajahku semakin buruk, maafkanlah…

Malam, tolong ajari aku perbaiki semua,
dan akan kutemani waktu tidurmu
dengan laras kehidupan dan cinta,
dengan sajak sayang dan ceria…
hanya, tolong bangunkan aku dari jatuhku,
dan akan kulindungi kau dari terik mentari…
Tolong bangunkan aku dari ambiguitas ini,

dan ingatkanlah siapa aku,
karena aku semakin tidak tahu, siapa aku…

Dan akan kulindungi malam-malamku dari serbuan halilintar,
aku ada untuk orang yang kucintai
Tolong selalu kauingat Malam,

hanya untuk orang yang kucintai;
dan indahnya hari ingin kucapai dengan senyummu,
Malam………………
hanya tolong sadarkan aku
Karena aku semakin tak tahu siapa aku…

aku ada hanya untuk orang yang kucintai,
dengan penyesalan dan dosa yang sulit terhapuskan,
Aku hanya bisa teriak lirih;

aku ada hanya untuk seorang yang tercinta
Sementara aku semakin tak ingat siapa aku

Terima kasih Malam, sudah kaudengar ceritaku,
dan tolong hidupkan aku lagi seperti yang dulu…

Selamat tidur, Malam,
semoga bintang dan bulanmu selalu tersenyum untukmu…
Hanya untukmu…………


Bandung, kamar, 20 Mei ’97, dinihari
(paste from original essay)

No comments: