Pada malam kuterjaga
Dalam sendiri menoleh penjuru mata angin
Menyimak gerbang langit terkuak rembulan
Berdendang senandung kasih
bersama bintang dalam rasinya
Tengah hari gerah berpeluh debu
Melangkah dalam meditasi jalanan
Ruas-ruas lalu-lintas kebuntuan macet pikiran
Dan angin terus berhembus tanpa arah
Bilamana aku berujar cinta padamu
Maka muncullah ketidakpastian bergayut di benakmu
Dan langkah-langkah tetap berlanjut
Pun apapun ucap komunitas tak berpengertian
Dan teruslah aku menari dalam harap cemas
Dan teruslah aku senandungkan arus nurani
Pemikiran penuh harap tanpa batas matra
Dan biarlah dimensi harapku berkelana terus
…dan terus berkelana
Bandung, kamar, 27 Mei 1998
(taken from original words)
No comments:
Post a Comment