Lampu merah, persimpangan jalan
Ada mereka, sedikit tertawa dan bermain
Malam itu, bulan dingin menatap
Tak sepanjang jalan kulihat seterusnya, tak begitu dingin udara
Hanya sejuk tipis
Ada mereka, kecil, bermain
Senandung lagu singkat yang menoreh panjang
Telinga lelah yang seakan bangun lagi
Ada yang berbeda dalam hidup, saat bulan mulai keluar dari sembunyi
Malam yang menawarkan selimut hangat
Ingatan akan kasurku di petak 3x4 yang lega
Karena tak ada apapun di dalamnya
Kasur, meja tulis, lemari baju
Cukup temani pendatang di kota terik ini
Namun malam dimana saja, menawarkan dingin untuk berpikir
Mereka disana, dari pengemudi ke pengemudi
Tak ayal bersuara, tak ayal meminta
Sedikit saja bersit kita untuk merogoh kantong
Ya, malam ini lebih sejuk, setidaknya dari siang tadi
Dan aku sibuk mengaduk kantong, mencari sedikit
Hanya sedikitkah? Pikirku akhirnya memusuhiku untuk segaris kata “sedikit”
Hal memalukan untuk upaya yang kuraih
Hanya “sedikit”kah yang dapat kubagi?
Malam cukup dingin, dan kupinggirkan kereta mesin ini perlahan saat hijau datang
Mencari warung makan terdekat yang masih memberi selamat datang
Kalian sudah makan? Tanya sederhana memancing argumen, atau respon, entah baik atau tidak
Mereka yang kecil, dan hanya berani menggeleng...
ah, aku yang masih berpikir “sedikit”
Memalukan untuk tatapan itu...
Malam, kuluangkan waktu sejenak, makan bersama
Mereka bertiga, lahap satu demi satu sendok
Aku hanya pengemudi tengah jalan
Yang dikutuk untuk kesombongan sesaat
Tapi memang, malam lebih lowong untuk berpikir panjang
Dibanding siang yang angkuh panasnya buatku terbirit-birit
Sejenak, aku makan bersama
Malam sejuk yang hangat, dan bicara dengan logat mereka
Meski tak kumengerti idiom lokal yang mereka ucapkan dalam canda
Sejenak, makan malam ini menenangkan
Dan kuluangkan lebih untuk mereka berbagi ke yang lain
Pendatang baru di kota besar ini, diam lunglai kembali mengemudi
Berpikir panjang tentang hidup yang semakin sombong
Dan kota yang lupa akan kemanusiaan manusia
Semoga malam ini bisa kurebah dan mimpi indah
Tentang mereka yang bermain riang
Surabaya, 2 Agustus 2006, 23:06 wib
Semoga kalian bisa sekolah dan belajar seperti yang lain.....
1 comment:
emphaty
sifat yang begitu melekat kuat di dirimu
menenangkan hati
melegakan jiwa
Post a Comment