Dimana kau…
Saat nadiku meregang sekarat
Dimana kau…
Saat asa putus tak berakhir
Dimana kau…
Saat rumput taman hatiku gersang
Dimana kau…
Kala teriak harapku menyeruak bergema
Di lembah-lembah tandus
Melandai tebing curam tak bernyawa
Dimana kau…
Tiap kali robekan tawa sayat buluh hatiku
Dimana kau…
Kala surya bakar tiap-tiap hariku
Dimana kau…
Tak habis kata tanya kuucapkan
Dalam jeruji tirai ilalang yang kering kerontang
Dan tetap tak bernyawa
Kecewa menangis, serapah berulang terukir
Saat bulan dinginkan mata hati
Melandai tebing curam tak bernama
(re-written from original essay)
Setopan Sentul, 1 Juli 1998… dinihari
No comments:
Post a Comment