Sunday, September 10, 2006

Jejak dua-belas BulaN

Dimana kau…

Saat nadiku meregang sekarat

Dimana kau…

Saat asa putus tak berakhir

Dimana kau…

Saat rumput taman hatiku gersang

Dimana kau…

Kala teriak harapku menyeruak bergema

Di lembah-lembah tandus

Melandai tebing curam tak bernyawa

Dimana kau…

Tiap kali robekan tawa sayat buluh hatiku

Dimana kau…

Kala surya bakar tiap-tiap hariku

Dimana kau…

Tak habis kata tanya kuucapkan

Dalam jeruji tirai ilalang yang kering kerontang

Dan tetap tak bernyawa

Kecewa menangis, serapah berulang terukir

Saat bulan dinginkan mata hati

Melandai tebing curam tak bernama

(re-written from original essay)

Setopan Sentul, 1 Juli 1998… dinihari

No comments: