Tuesday, October 31, 2006

Majas dalam Monolog ~ I

Apa yang dapat kau katakan tentang aku?
Yang terdampar di tanah lapang tak bertuan
Dan membisu dalam majas-majas metaforik
Membelenggu, melumpuhkan detik detak jantung
Yang menepikan aku ke tepian perasaan
Apa yang dapat kau katakan tentang aku?
Manusia yang terbenam dalam di lumpur
Yang bernama harapan tak jelas
Meski dapat terjernihkan, sedikit belas kasih
Yang membangunkanku dari mimpi panjang
Apa yang dapat kau katakan tentang aku?
Pria yang terkunci di tengah sabana dan stepa
Menyejukkan, lapang, keduanya
Begitu luas terhampar, namun berbeda
Dan tak mudah memilih
Karena semua ini bukan mimpi yang mudah dipilih
Apa yang dapat kau ceritakan tentang aku?
Ramadhan kemarin yang berkulminasi berat
Hampa yang terbeban oleh ribuan cerita
Yang terceritakan hanya pada pribadiku semata
Ramadhan yang membungkam ribuan teka-teki kosong
Dalam benakmu
Ataukah engkau hanya tetap diam
Karena kasih yang menutup semua bilur rasa itu
Apa yang dapat kau ceritakan tentangku
Setelah semua terjadi, terbuka
Dan aku akhirnya diam
Terbelenggu dalam ketertutupan
Aku menjebak diriku dalam kesendirian
Mencoba untuk meramaikan semua
Namun nyata-nyata keramaian ini membunuh
Dan aku tak bisa lari
Tentang semuanya, frase ini berakhir tak jelas
Pahit, getir yang perlahan
Entah bagi siapa
Pastinya, mulai kurasakan semuanya…


Surabaya, 30 Oktober 2006, 23:53, kost-an

Sedikit monolog yang akan berlanjut