Monday, May 12, 2008

1989 - 2000

Aku ada di persimpangan

batas tak jelas

antara kenyataan dan bayangan

Semua semu dan temaram

hanya melintas cepat

dan tak meninggalkan legenda

 

Memori itu tetap indah

lewat bertahun lalu

mengiris-iris rindu hati

Air mataku menetes dalam

hadir saat ia tersenyum

dengan jubah kemilaunya yang suci

 

Kabut kaburku berlabuh

cintaku padanya tak pernah usang

dimakan usia hari

Pun tiada berlalu

melewati tiap sepi malam panjang

meski pisaunya mengiris pedih

 

Sosoknya hadir dalam pengembaraan

dalam belantara dendam yang sendu

di celah kengerian sinis

Ia pulang bersama bunga

bersama tangis kerabat yang haru

dan anak istrinya yang diam meratapi

 

Manusia lahir

menangis di tengah senyuman pendahulunya

yang menimangnya tanpa ragu

Manusia pulang

dengan senyuman tersungging di wajah

di tengah tangis yang membiru

 

Ajari aku terus bertahan

untuk menerima kepulanganmu

ditengah hinaan palsu

Pada sosok istri setia

dan anak-anak kebanggaanmu

tolong ajari aku….

 

(re-written on original essay)

kasur, 12 Juni 2000, 01:18   

No comments: