Monday, May 12, 2008

Babak-babak

I.

Seorang datang padaku, tebarkan pesona

Seorang datang, tebarkan angkuhnya

Seorang datang, sunggingkan senyuman

Seorang datang, amukkan angkara

Seorang datang, berikan dendam

Seorang datang, sentuh manja kalbu

Seorang datang, bisikkan kisah indah

Seorang datang, sebarkan roman

Seorang datang, tebarkan masa lalu

…dan aku tebarkan hidup

                kesemuanya kubisikkan, “kembali ke nurani!”

 

II.

Kalau dunia penuh oleh ilmuwan

Kita sudah jadi kelinci percobaan

Kalau dunia penuh sastrawan

Hidup kita tak lebih dari kiasan

Jika dunia penuh petualang…

Kita hidup tanpa batas……

……wallahu’alam……

 

III.

Dawai-dawai itu masih tetap bergetar

Nada-nada minor, kesedihan yang terpatri dalam

Berkepanjangan, tak berkesudahan perih itu

Orang-orang macam apa kita

Yang terkejut akan ombak tajam samudera luas

Tersindir oleh permainan ganas paras sinis

Bagaimana dengan diriku yang tiada menyalahkanmu

Atas semua yang telah parah terjadi

Bagaimana denganku yang menikmati semua saat

Walau sekejab, nyaris tak terasa

Bagaimana dengan memaafkan, rasa yang agung

Entahlah,…karena dawai-dawai itu tetap bergumam

..sendiri, tak berkesudahan…


(re-written from original essay)

kamar, 5 januari ’99, sahur


 

    

No comments: