Segaris kasih peduli dalam rintih jiwa
Aku lihat jiwa tak ubahnya satu pribadi
Dimana kau tak kuasa melawan tetesan air mata
Yang tak pernah datang, namun siksa batin terpuruk
Aku pikir tak ada lagi yang terpikirkan
Batin adalah jendela jiwa dan hati
Yang tak pernah dusta dan durhaka
Dan biarlah harum kembangmu semerbak
Dalam tiap-tiap celah waktu dimana dunia
Selalu tersenyum penuh arti
Hegarmanah, 30 Desember ’98, dinihari
No comments:
Post a Comment