Monday, May 12, 2008

Pantai dan Butirannya

Di pantaimu bersatu

Setiap pasir yang berkelana

Terbawa arusmu yang tak bertepi

Berlayar, dalam kehangatan surya

Butir demi butir yang tertiup nafasmu

Mereka terbang ke satu tempat lain

Untuk beristirahat dari bayang-bayang kelam

Yang menghantui tiap tidur mereka

Butir demi butir, kehilangan raganya

Butir demi butir, lenyap bentuknya

O…pasir yang berserak…adakah sedikit kau bertanya

Demi semua mahligai jagad yang begitu megah

Mengapa kau terkucil dalam lembah keruh

Dimanakah tempatmu bersemayam semestinya?

Tidakkah sedikit pertanyaan bermain pada ruh-mu

Mengapa tak layak kau bersenandung

Sedangkan nyiur terus melambaikan derai senyum

Hanya sesaat kau termenung, tampaknya

Karena kau tetap bersemangat mengayuh perahumu

Wahai butir-butir pasir

Kau tetap sunggingkan senyum

Pada ragawi sang Pantai nan murah hati

Terjun, larut dalam kegembiraan

Karena…dan hanya untuk satu hal

Karena disanalah tempatmu bersanding

Disanalah kau mengingat tiap saat

Dimana sang bulan dan mentari selalu bercanda-tawa

     Dari hari ke hari…bulan ke bulan, tahun ke tahun….

Ah…indahnya kenyataan

 

(re-written from original essay)

Kamar, 4 Okt. 2001, 00:21

No comments: