Monday, May 12, 2008

Pelabuhan

Aku terlelap di peraduanmu

Berlabuh pada tepian danau sunyi

Tenang, setenang parasmu yang tersungging

Menjamu setiap letih lunglaiku

Kemenangan itu ada padamu,

pada setiap rongga hatimu

Cukup lama rintik hujan itu menetes,

setitik demi setitik

Cukup sabar roh-ku terus memandangmu

Telanjang, mata hati ini, begitu tulus

Serak-serak bebatuan yang selalu gores pori-pori

Tandailah semua permainanmu

Seperti bangau beranjak dari danau itu

Aku temaram dalam sujud mentari

Menatap merahnya awan, senja alam

Mengangkat sauh kembali

Bergerak kembali menuju sisi alam yang lain

Pergi jauh, sementara kau tetap tersenyum


(re-written from original essay)

Kamar, 5 Januari ’99, dinihari

 

   

No comments: