Lajang..
mungkin belum saatnya
bulan itu kaupeluk, belum
karena mentari masih angkuh, tetap sombong
bergelayut pada panjang masa siang
Lajang..
siangmu masih terik
akankah keringkan tiap taman indahmu?
keanggunanmu memborok pada seutas nadi
yang degupnya s’makin melemah
Lajang….
ceritakan…ya, ceritakan
padanya yang masih tak tahu, atau kerap berbohong
ia hanya berpura-pura…meski setiap mimpinya
terisi dirimu, hanya jiwa hangatmu yang ada
Lajang…
bila bulanmu kaupeluk, tundukkanlah sujud
karena kelanggengan setiamu nyata,
membunuh topeng yang selimuti parasnya
ia mencintaimu, sangat……………..
(re-written from original essay)
Kamar, 5 Juli 2002, 00:44 wib
No comments:
Post a Comment