Friday, May 16, 2008

Perempuanku dan diamnya

Lajang..

mungkin belum saatnya

bulan itu kaupeluk, belum

karena mentari masih angkuh, tetap sombong

bergelayut pada panjang masa siang

Lajang..

siangmu masih terik

akankah keringkan tiap taman indahmu?

keanggunanmu memborok pada seutas nadi

yang degupnya s’makin melemah

Lajang….

ceritakan…ya, ceritakan

padanya yang masih tak tahu, atau kerap berbohong

ia hanya berpura-pura…meski setiap mimpinya

terisi dirimu, hanya jiwa hangatmu yang ada

Lajang…

bila bulanmu kaupeluk, tundukkanlah sujud

karena kelanggengan setiamu nyata,

membunuh topeng yang selimuti parasnya

ia mencintaimu, sangat……………..


(re-written from original essay)

Kamar, 5 Juli 2002, 00:44 wib

No comments: