Gubahanku tentu bukanlah lirik-lirik ringan
tanpa bobot
Tajam mendalam, dalam pesan-pesan
mendalami hidup
Berputar dalam poros kerangka zaman edan ini
Lirik yang berputar dalam spiral kosmos
Bila aku seorang avonturir
Tentunya ceritaku bukanlah bualan kosong
dalam keseharian
Atau entah apalah namanya, sebut saja
Ceritaku pastilah tentang perjalanan panjang dalam
tapak-tapak jejak
Dari waktu ke waktu, tempat ke tempat,
gunung ke gunung
Yang memainkan nada-nada indah
Berkelana dalam partitur dan ritmik dinamis
Terjun berkolaborasi dari satu aliran ke aliran lain
Dalam belaian pop-culture dan
Aku bukan nabi, bukan pula brahmana
Bukan juga pertapa yang hidup mencari
Berjalan murni dalam ajaran Sang Maha Esa
Menutup diri dari dekapan duniawi
Dalam batu karang nurani kokoh terjal
Dan ombak ganas kata-katamu
Gelapnya lubuk kalbu butakan alam bawah sadar
Nyatanya, semakin dekat aku terpaut
Harapmu tidaklah berwujud sempurna pada seorang aku
Idealmu bukanlah untukku, sebab aku semakin
Meski tetap aku berharap dalam keseharianmu
Yang semakin bias tak terbaca
'Berbahagialah dalam duniamu,
Maafkan aku kalau hanya dapat mengingatmu dengan cara seperti ini ...'
(re-written from original essay)
Kamar, 4 Desember ‘98
No comments:
Post a Comment