Sunday, May 11, 2008

Singkat-WaktU-singkaT

Mungkin harusnya kita tak bersua
Tak bertatap dan berbagi cerita

Singkat waktu kita tempuh

Mimpi itu tak tersenyum, tetap dingin

Aku sahaja, kosong dalam niat kaku

Beku tak bergeming meski ingin berujar

Kau sadar, tetap tak coba beranjak

Sorot mata bergumam larik tanya

Mungkin kita tak perlu berucap


Kerinduan akan figur bersama
Ragu hanya memundurkan segalanya
Sementara kita tak kunjung melangkah
Saat matahari meninggi, kusimpan kembali
Waktu singkat bersama dalam ragu

Khusuk matra menatap langkah-langkah
Pelan dan pasti indahmu surut, pergi
Aku semakin diam, semakin bertanya…
Mungkin harusnya kita tak bersua


……tak perlu


(re-written from original essay)

Stasiun, 17 November ’98,
…untuk seorang di Jogja

No comments: