Tak bertatap dan berbagi cerita
Singkat waktu kita tempuh
Mimpi itu tak tersenyum, tetap dingin
Aku sahaja, kosong dalam niat kaku
Beku tak bergeming meski ingin berujar
Kau sadar, tetap tak coba beranjak
Sorot mata bergumam larik tanya
Mungkin kita tak perlu berucap
Kerinduan akan figur bersama
Ragu hanya memundurkan segalanya
Sementara kita tak kunjung melangkah
Saat matahari meninggi, kusimpan kembali
Waktu singkat bersama dalam ragu
Khusuk matra menatap langkah-langkah
Pelan dan pasti indahmu surut, pergi
Aku semakin diam, semakin bertanya…
Mungkin harusnya kita tak bersua
……tak perlu
(re-written from original essay)
Stasiun, 17 November ’98,
…untuk seorang di Jogja
No comments:
Post a Comment