Monday, May 12, 2008

Tujuh Langit

Aku terbang dalam dekapan mimpi

Direngkuh dalam genggamanNya yang kokoh

Begitu gagah Dia tampil

di tengah badai yang semakin menderu

Khayalku melayang di tepian hidup

yang menipis semakin rapuh

Pada tiap ruang gerak yang tak jelas

Aku pergi menghampiriNya

 

      Dia menatap kosong dan tak berucap

      bergerak tak tentu di gelapnya malam

      Pikirnya bermain dalam lingkar gelisah

      semakin larut malam bergerak

      Pada persimpangan jalan yang dingin

      Menahan suntuknya langkah

      Salahkan diriku adalah hal termudah

      Meski aku telah dijalanNya

 

Biarkan aku memujaMu

Biarkan aku kembali padaMu

Biarlah hidupku tergantung sabdaMu

Semua indahMu yang tunjukkan arah

Biarkan aku bersujud

Biarkan aku terkapar pulang

Biarlah Kau kuasai nafasku

Untuk semua langkah yang Kau jaga

 

      Maha Besarku Kau kucintai

      Maha Agungku Kau kuhormati

      Kuasa tiap siang dan malamku

      Di setiap hidup dan matiku

 

(re-written from original essay)

kembali padaNya

jalanan, 1 Juni 2000  

No comments: