Aku terbang dalam dekapan mimpi
Direngkuh dalam genggamanNya yang kokoh
Begitu gagah Dia tampil
di tengah badai yang semakin menderu
Khayalku melayang di tepian hidup
yang menipis semakin rapuh
Pada tiap ruang gerak yang tak jelas
Aku pergi menghampiriNya
Dia menatap kosong dan tak berucap
bergerak tak tentu di gelapnya malam
Pikirnya bermain dalam lingkar gelisah
semakin larut malam bergerak
Pada persimpangan jalan yang dingin
Menahan suntuknya langkah
Salahkan diriku adalah hal termudah
Meski aku telah dijalanNya
Biarkan aku memujaMu
Biarkan aku kembali padaMu
Biarlah hidupku tergantung sabdaMu
Semua indahMu yang tunjukkan arah
Biarkan aku bersujud
Biarkan aku terkapar pulang
Biarlah Kau kuasai nafasku
Untuk semua langkah yang Kau jaga
Maha Besarku Kau kucintai
Maha Agungku Kau kuhormati
Kuasa tiap siang dan malamku
Di setiap hidup dan matiku
(re-written from original essay)
jalanan, 1 Juni 2000
No comments:
Post a Comment