Saturday, June 07, 2008

Sakit ini...

Seberapa jauh kita melangkah
seberapa jauh kita mendengar & melihat
ada yang tak asing lagi di benak dua manusia ini
Karena konsep 'rasa' tak bermusuhan dengan kenyataan
hanya berseberangan, mungkin...

Tak ada yang berhak menghakimi perasaan
tak ada yang bisa luluhkan sesuatu yang terdalam
tidak dalam hitungan waktu, tidak dalam memori ingatan
mungkin hingga kapanpun, tersimpan tak pupus

Sedikit saja berbicara, kita tahu
sepanjang apa langkah bisa kita teruskan
langkah nyata, meskipun bayangan kita memimpikan lebih jauh
Seberapa lama jam waktu akan tersedia untuk kita?
Aku tak tahu, tak bisa berucap

Jika pertanyaannya adalah, dapatkah sepenggal waktu dari 24 jam kau miliki
hanya dengan keberadaan aku dan kau
Mungkin jawaban paling jujur akan aku jabarkan dengan penuh detil
bahwa aku tak menyisihkan sepenggal waktu, namun penuh dua puluh empat jam
Aku hanya ingin dua puluh empat jam dari hari bergulir
Penuh, tak berkompromi dengan agenda apapun lagi

Seberapa jauh kau beranikan untuk itu?
Dan tak pernah mudah untuk berdiri dalam realitas lain, dan aku tahu pasti itu
Tak mudah, tak pernah sederhana
Meskipun harapan kita berdiri di atas apapun, tak serta-merta memuluskan jalan
Perasaan memang bermain di setiap sela kesibukan kita dengan yang lainnya

Jika sedikit dari harapanku bisa aku pahat
dalam jejak langkah yang kau ambil kemudian
mungkin aku memahat sedikit kalimat yang kau tahu pasti
Kalimat yang tidak akan pernah mudah untuk dilupakan
dan hari-hari belakangan, kau tahu tentang itu
Kau pasti tahu, karena kau sudah tak melihat itu hanya pahatan
...kau dengar dengan jelas
Namun, sejelas apa pendengaranmu berbanding kejelasan hidup?
Ini menjadi makin kompleks dan rumit

Kau tak mendungkan hari-harimu, juga aku
aku tak relakan semenit terlepas, bahkan sedapatnya bertambah
Putaran jalan, sudut kota, warung makan, cerita pendek-panjang
kau tahu banyak siapa aku
Sedikit saja aku berharap, jangan lupakan
karena tak mudah memutar kembali semuanya ini, saat masa depan merangkul kita dengan pelukan yang berbeda

Ada yang salah?
Tidak... mungkin dalam perasaan terdalammu, kita adalah figur terkasihani
dalam kondisi yang salah, dalam waktu yang tak tepat
Maaf, jika aku berseberangan dalam memandang ini semua
Tidak ada yang salah, atas nama perasaan
karena rasa diberikan Khalik, untuk kita resapi dan renungkan dalam
Untuk kita simpan dalam lembaran kertas putih tak terkotori, bernama hati
Untuk kita kenang dalam memori ber-giga-terra-byte, lumpuhkan teknologi apapun
Dan tak ada yang tersakiti, meskipun kemungkinan realisme tak dapat kita peluk
setidaknya saat ini, toh biarkan waktu menunjukkan kemegahannya dalam cerita bernama hidup
Karena kehidupan kita harus terus berjalan
dan aku tetap menjadi aku apa adanya, tak berlebihan, hanya dalam kebersahajaan
Tak melupakan semuanya



Selatan Jakarta, 7 Juni 2008, 23:41
Tambah usia, tambah kompleks dan rumit, tambah tabah,
dan dewasalah dalam sakit ini...

No comments: