Saturday, June 07, 2008

Salam untuk perasaan..

Siapa kita, yang mampu menyusun skenario?
siapa kiranya, yang bisa menggerakkan hati kecil?
Aku, kau, dan siapapun, kita mengucap salam yang sama
pada hati kecil dan nurani
sedikit mengukur, dan menakar, seberapa besar kelembutan menggoyahkan perasaan
dan ternyata kita tersungkur dalam, begitu rebah untuk memuji
karena kita tahu, kita tak pernah bisa kendalikan itu
hanya perasaan menggerakkan setiap langkah

dan sedikit saja aku ucapkan salam, atas perasaan yang mulai bermain
seberapa jauh kita akan berlari, entah
namun yang pasti, rasa takut menggelayuti pikiran kita
dan kita mulai bermain dengan detik demi detik pikiran
yang terkonsentrasi pada rasa takut
pada alam masa depan yang tak terjamah

Sedikit, mari kita ucapkan salam itu
pada perasaan yang mulai tak terkendali
siapa kita, adakah sedikit hak kita untuk mengadili sebentuk perasaan?
Tidak siapapun, aku, kamu, dan siapapun, berhak memutuskan rasa bersalah pada nurani
tak adil, tak ada yang adil dalam salam kita pada perasaan
toh, ketidakadilan ini memberikan kita sedikit semangat untuk lebih baik
pada diri sendiri
Karena jujur adalah bentuk tertinggi dari pertemuan dengan diri sendiri
kalaupun saat ini, kita bertemu dengan diri sendiri, biarlah itu terjadi
Karena tak sedikitpun waktu aku sia-siakan untuk ketidakjujuran...

salamku untuk perasaan..


Barat Jakarta, 7 Juni 2008, 18:29
sedikit salam dari hati kecil

No comments: