Di keheningan kita bertemu
Saat bulan menjulur menggapai dalam paras malam
Tak kita mengerti, sepersekian waktu berlari
Dalam keheningan kita memanggil
Bayang harap figur, menghilang
Entah kemana
Dalam keheningan kita terbujur
Kaku tak bergeming, semakin lemah
Tanpa beranjak, terlalu takut
Lalu, dalam keheningan kita bertemu
Saat luka memerih merajam
Dalam kasih tanpa balas
Menghina-dina hati nurani
Dan sepersekian waktu, kita saling menarik
Satu sama lain bermagnet, menggetar kesadaran
Kita tak sendiri, kau aku, semakin sadar
Perlu beranjak, tak dapat diam begitu
Lalu, dalam keheningan kita meraba
Satu sama lain yang membangunkan
Kenyataan yang jujur dari mimpi buruk berkepanjangan
Saat bulan menjulur menggapai,
tersibak terik yang mulai tampil
cepat kita berlari, meninggalkan luka tak perlu itu
dalam getir yang sudah tak perlu lagi
Dalam keheningan itu, kita saling bertanya
Dan menjawabnya sendiri, setiap butir tanya
Yang tak perlu dijelaskan lagi...
Bukan kebodohan, bukan kealpaan
Hanya sadar, telah dipertemukan
Setelah begitu jauh mencari
Hanya sadar dalam sekejap
Perlukah penjelasan lagi?
Dan waktu akan bergulir menyatakan semua
Aku tak sama dengan lainnya
Cukup lihat itu, semoga menenangkan
Semoga menjawab tanya tak perlu
Karena kau sungguh-sungguh tahu jawab itu
Tanpa perlu kujabarkan
Dan keheningan tersenyum
Karena mungkin masih kau tutup hatimu...
Dan keheningan tersenyum
Dalam waktu yang bergulir......
(re-written from original essay)
Kost, 29 April 2003, 01:26