Aku hidup dalam segurat masa lalu
semua harapan indah tiada pernah usai
menyambut hangatnya genggamanmu
yang tak kulepas dalam mimpi panjang…
Kau ada dalam setiap perjalananku
kau menusuk rindu hati yang terlena
meskipun kau tak lagi hadir disini
meninggalkan semua luka mendalam
Aku berdiri pada kebenaran sendu
kenyataan hidup tiada pernah usai
meskipun kau tak lagi hadir disini
kucoba ciptakan kebahagiaanmu
Dan sesaat, coba mengingat senyummu
yang selalu terangi keresahanku
walau semua semakin membuatku merindu
sepenggal waktu yang hidup dalam sabarku
.....Hidup dalam sabarku
(re-written from original essay)
Kereta, 17 Januari ’99, 20:34
No comments:
Post a Comment