Saturday, July 25, 2009

Jakarta, Januari 17


Aku hidup dalam segurat masa lalu

semua harapan indah tiada pernah usai

menyambut hangatnya genggamanmu

yang tak kulepas dalam mimpi panjang…


Kau ada dalam setiap perjalananku

kau menusuk rindu hati yang terlena

meskipun kau tak lagi hadir disini

meninggalkan semua luka mendalam


Aku berdiri pada kebenaran sendu

kenyataan hidup tiada pernah usai

meskipun kau tak lagi hadir disini

kucoba ciptakan kebahagiaanmu


Dan sesaat, coba mengingat senyummu

yang selalu terangi keresahanku

walau semua semakin membuatku merindu

sepenggal waktu yang hidup dalam sabarku

.....Hidup dalam sabarku


(re-written from original essay)


Kereta, 17 Januari ’99, 20:34

No comments: