Seberapa besar jatidiri kita dalam sepi?
bukankah sendiri membunuh aura, sekarat
dan semakin terpejam dalam lelah?
Apakah cukup kita temukan nurani dalam pertemuan?
sedalam hayat yang melayang, mengembara di rimba
rimba kasih sayang dan pelukan
Jujur, kutemukan hikayat diri sebenar-benarnya
saat terbang bebas masuki peristirahatanmu
saat rebah tubuh ini di hangatmu yang kekal
kuharap tak kau pungkiri keberadaanku,
semoga tak hilang semua harap ini,
meskipun seribu tanya akan hinggap di berjuta langkah mendatang
meskipun sabar waktu harus kita lewati
(re-written from original essay)
Kost, 14 Agustus 2003
No comments:
Post a Comment