Sunday, August 09, 2009

Keheningan

Di keheningan kita bertemu

Saat bulan menjulur menggapai dalam paras malam

Tak kita mengerti, sepersekian waktu berlari

Dalam keheningan kita memanggil

Bayang harap figur, menghilang

Entah kemana

Dalam keheningan kita terbujur

Kaku tak bergeming, semakin lemah

Tanpa beranjak, terlalu takut

Lalu, dalam keheningan kita bertemu

Saat luka memerih merajam

Dalam kasih tanpa balas

Menghina-dina hati nurani

Dan sepersekian waktu, kita saling menarik

Satu sama lain bermagnet, menggetar kesadaran

Kita tak sendiri, kau aku, semakin sadar

Perlu beranjak, tak dapat diam begitu

Lalu, dalam keheningan kita meraba

Satu sama lain yang membangunkan

Kenyataan yang jujur dari mimpi buruk berkepanjangan

Saat bulan menjulur menggapai,

tersibak terik yang mulai tampil

cepat kita berlari, meninggalkan luka tak perlu itu

dalam getir yang sudah tak perlu lagi

Dalam keheningan itu, kita saling bertanya

Dan menjawabnya sendiri, setiap butir tanya

Yang tak perlu dijelaskan lagi...

Bukan kebodohan, bukan kealpaan

Hanya sadar, telah dipertemukan

Setelah begitu jauh mencari

Hanya sadar dalam sekejap

Perlukah penjelasan lagi?

Dan waktu akan bergulir menyatakan semua

Aku tak sama dengan lainnya

Cukup lihat itu, semoga menenangkan

Semoga menjawab tanya tak perlu

Karena kau sungguh-sungguh tahu jawab itu

Tanpa perlu kujabarkan

Dan keheningan tersenyum

Karena mungkin masih kau tutup hatimu...

Dan keheningan tersenyum

Dalam waktu yang bergulir......


(re-written from original essay)

Kost, 29 April 2003, 01:26

No comments: