Sunday, August 09, 2009

Pendar Temaram


Sejauh ini, sudah kulangkahkan

Telapak kaki dalam cerita hidup

Berpendar temaram pun benderang

Merobek tiap guratan kertas takdir yang terbolak-balik

Dengan cepat, secepat pandangan yang berpindah

Sudah cukup jauh perjalanan

Yang menggurat di sekujur kalimat pikir

Aku tak lelap dalam kalut

Pun tak regang dalam tenang

Atau apalah semua arti kata-kata jiwa

Yang membasuh sendi-sendi nikmatnya nafas

Dan menjauhku dari keramaian, sejenak

Untuk temukan keramaian sukma yang bergejolak

Dan menenangkan paras bathin letih ini


(re-written from original essay)

Kebon Jeruk, 1 Mei 2004

No comments: