Hidup kita, kalau dipikir-pikir, tidak pernah memberi pelajaran dalam hal-hal rumit
Selalu saja hal-hal sederhana yang memberi kita gambaran, yang kalau kita tarik begitu panjang, akan memunculkan beberapa hal yang lebih dalam…
Dan aku menikmati hidup dalam bentuk-bentuk sederhana
Dalam langkah ikhlas, dan ikhtiar untuk lebih baik setiap hari di depan
Beberapa waktu lalu, seseorang menyapa di blog, atas tulisanku
Kalimat sederhana yang muncul dari private message, hanya menanyakan kabar
Dan aku bahkan tidak tahu siapa dia, hanya kalimat sederhana
Dan memang, dunia kita menjadi semakin unik saat kita hanya berhubungan dari kata-kata di layar monitor.. cukup unik untuk memberi aku sedikit waktu untuk berpikir, akan membalas apa..
Dan aku membalas ramah, dengan kalimat sederhana saja ‘kabarku baik, bagaimana dengan kamu’
Beberapa orang membaca tulisanku dengan teliti, dan memberi komentar
Salah satunya, orang ini, yang rupanya membaca dengan cukup teliti satu demi satu, dan menanyakan kedalaman topik yang aku bicarakan..
Sejujurnya, aku tidak menulis dengan dalam, aku hanya merasakan dengan tenang
Karena ketenangan yang akhirnya mengalirkan beberapa kata-kata, lalu memanjang menjadi kalimat, dan memanjang lebih jauh dalam paragraph
Aku tidak mau merancang paragraph, tidak.. cukup merasakan apa yang terjadi, apa yang terasa, karena jujur dalam menulis rasanya menjadi nilai yang makin mahal di tengah-tengah absurditas dan dunia yang semakin artificial
Tapi okelah, aku bukan mau membicarakan itu.. tapi lebih pada kata-katanya yang sederhana; ‘menulislah terus dengan sahaja seperti ini.. dan tahun-tahun ke depan kamu bisa melihat banyak hal dari situ..’
Saat ini, aku duduk di sudut warung kopi ini, membaca tulisan itu sekali lagi, dan mulai menulis lagi.. Ternyata banyak hal yang bermain dalam pikiranku, yang sebetulnya bisa tampil begitu sederhananya dalam bentuk-bentuk tulisan.. dan menulis dengan jujur, ternyata menjadi hal yang sulit saat semua hal sederhana itu bertumpuk satu sama lain
Menulis, adalah berbagi.. berbagi banyak hal, tentang hal-hal yang terasa dan bisa jadi pengalaman nyata.. Lama sekali aku tidak mampu menulis dengan jujur, setidaknya saat aku tahu titik terkuat saat menulis itu justru datang saat aku kehilangan, moment bertahun-tahun lalu yang masih sering membuatku diam. Tapi toh, nyatanya, selalu ada moment seperti itu dalam hidup kita…
Sahaja, adalah konsep kuat yang hadir saat ini.. sudut ruangan ini, dengan musiknya yang tenang, memberi aku kesederhanaan berpikir, untuk menulis dengan ‘mengalir’. Dan sekarang, aku mulai menulis lagi, kata demi kata, memanjang menjadi kalimat, memanjang menjadi paragraph… santai dan tak rumit…
Kopi ini, memang tetap jadi teman di saat seperti ini, teman sejati yang memberi pelajaran panjang bahwa sahaja adalah hal terkuat dalam kalimat-kalimatku, untuk tampil jujur apa adanya..
Selatan Jakarta, 18 Oktober 2009, 20:27
Thanks for reminding me that writing is still a part of my life…
No comments:
Post a Comment