Cuaca saat itu, kabutnya menyelimuti, tebal.
Dan dingin bercerita, seberapa diam kita disana,
mencoba perlahan membuka cerita, dan semakin terceritakan banyak hal
dingin yang mendekap, yang menggetarkan bibir
larut yang semakin panjang, dan kita tetap terduduk berdua
Kadang berbisik dan sedikit menunduk, seolah mengingat banyak hal
Kadang terbahak, dan kadang diam menghela nafas
Dingin saat itu, menceritakan dalam pada kita, betapa kekuatan itu kita pulihkan
Sementara waktu panjang yang bergerak perlahan, seolah semakin cepat saat semua terbagi
saat wajah kita tak lagi kaku dan sungkan, kita semakin melepas banyak beban
Dan apa yang perlu kita simpan dan sembunyikan? Saat kenyamanan memberikan kita sedikit keberanian untuk mencerna perjalanan panjang, atau memberanikan perasaan untuk dikenal dan mungkin sedikit saja dapat dikenang.
Aku dan kau mungkin terkunci pada banyak hal yang tak mudah dijelaskan, tapi beberapa hal seringkali tak perlu dijelaskan panjang lebar dengan kalimat-kalimat panjang dan berantai.
Banyak hal cukup kita mengerti hanya dengan masuk sedalam mungkin pada sebuah pandangan, dan memahami bahwa hidup tak serta-merta memberikan senyum terbaiknya pada kita.
Cukup dengan mengerti, bahwa hidup menampar kita terus-menerus, dan kita adalah pejuang-pejuang yang kukuh pada jejak langkah kita.
Tak menatap balik ke belakang, karena kita hidup untuk detik ini dan selanjutnya.
Dan bukankah kebahagiaan itu adalah mimpi kita yang sekian lama tak tergubris oleh kerumitan sekeliling?
Atau ributnya lalu-lalang kendaraan saat kita melangkah di pinggiran,
Atau samar-samar bayangan yang kita coba kejar tapi tak tersentuh...
Kebahagiaan, ada dalam setiap cerita yang dapat kita bagi bersama,
saat wajah kita tak lagi kaku berekspresi dan memandang satu sama lain.
Aku, dan Kau, tahu persis di batas apa kita melangkah,
dan kita sangat paham bahwa melangkah melewati batas itu, adalah kebahagiaan yang kita bayangkan dan cahaya itu diberikan walau hanya secercah oleh Khalik.
Lalu, kita bertahan dalam dingin yang menusuk, karena kita sangat kenal pada sebuah harapan yang muncul, kita kenal perasaan itu amat-sangat...
Dan semakin lekat bayangan itu menampakkan pada kita, akan seperti apa hidup di depan kita.
Maka sedikit saja, dalam waktu-waktu pendek dimana kita bertemu dan melangkah bersama, mari kita sama-sama melekatkan cerita kita yang semakin padat berarti...
Karena kita semakin melepaskan sebagian diri kita untuk dilengkapi, dan dikuatkan...
Dan niscaya dingin itu semakin bersahabat untuk kita...
Selatan Jakarta,
7 Maret 2010