Sunday, January 15, 2012

Basahkan jalan setapak


Di pinggiran jalan, sempatkan bernafas..
Menghargai tiap volume, oksigen yang memenuh pembuluh,
seolah terlahir kembali.
Dalam malam gerimisnya mulai menggenang, biarkan tubuh terangkul basah...
Mendingin, tapi memecah penat..

Semua menggigit, gerimis ini mencabik
Tapi sejuknya sesaat mendinginkan jantung berdetak memburu letih
Aku tahu, cukup kupahami di jalan mana kini aku berdiam
Di pinggirannya, aku sapa malam yang gerimisnya perlahan memeluk lembut
Karena semakin terbiasa, semakin terkuatkan...

Dalam malam, di pinggiran jalan ini,
Kusapa kau dalam doa.
Memuja Tuhan Raja Semesta dalam lirik.
Berharap Ia memeluk kita dalam satu yang menguatkan.
Dan syairmu mengalun lembut di pendengaranku.
Tak sedikitpun kulepas kata demi kata, bait yang menenangkan.
Halus berbicara, tak hilang dalam hiruk-pikuk teriknya siang, atau kesendirian fana tengah malam.

Kumohon, berbagilah sejenak.
Ceritakanlah meskipun dalam diam, kumohon berbagilah...
Karena kita sadari, semua perjalanan hidup tak seindah terbayang.
Tapi kita tahu, dari segenggam mimpi kita tumbuhkan,
Ada masing-masing kita di tengah genggaman itu...
Yang memohon lirih, tetaplah bersamaku...


Pinggiran jalan, Surabaya,
18 Februari 2010


No comments: