Wednesday, July 17, 2013

Monolog dua arah


Kenapa kau mau pergi kesana? | Ada sesuatu yang menarikku kesana, terus… | Tapi tidak ada yang pernah kesana sebelumnya | Apakah itu penting? | Ya | Mengapa jadi sebuah kegentingan saat upaya itu tercetus? | Karena kau keluar dari pakem standar, keluar dari kewajaran, kebiasaan | Lalu apakah menjadi sebuah salah, jika aku keluar darinya? Berbeda? | Kau akan salah, dimata sekelilingmu | Sekeliling, atau dimatamu? Atau kau tak ikhlaskan beda itu? | Apa maksudmu? Penerimaanku utuh tak bersyarat, tak perlu ragu untuk itu.. | Tapi kau enggan menerima beda yang nyata-nyata bisa menghukum dimata lainnya | Karena aku tak biasa berbeda.. Terlalu tajam sepertinya, terlalu rumit | Tidak rumit. Itu hanya sekelebat pikiran yang tak perlu diperdebatkan | Maksudmu? | Ya, karena pikiranku bebas terbang, tak terkunci apapun. Aku mengejar yang tergambar jelas, benih kata hati yang tak pernah teredam | Kau akan terus berlari kalau begitu | Yah biarlah. Mungkin wajarnya memang seperti itu.



Serpong, 17 Juli 2013
Istirahat siang, dari kerumitan

No comments: