Kenapa kau mau pergi kesana? | Ada sesuatu yang menarikku
kesana, terus… | Tapi tidak ada yang pernah kesana sebelumnya | Apakah itu
penting? | Ya | Mengapa jadi sebuah kegentingan saat upaya itu tercetus? |
Karena kau keluar dari pakem standar, keluar dari kewajaran, kebiasaan | Lalu
apakah menjadi sebuah salah, jika aku keluar darinya? Berbeda? | Kau akan
salah, dimata sekelilingmu | Sekeliling, atau dimatamu? Atau kau tak ikhlaskan
beda itu? | Apa maksudmu? Penerimaanku utuh tak bersyarat, tak perlu ragu untuk
itu.. | Tapi kau enggan menerima beda yang nyata-nyata bisa menghukum dimata
lainnya | Karena aku tak biasa berbeda.. Terlalu tajam sepertinya, terlalu
rumit | Tidak rumit. Itu hanya sekelebat pikiran yang tak perlu diperdebatkan |
Maksudmu? | Ya, karena pikiranku bebas terbang, tak terkunci apapun. Aku
mengejar yang tergambar jelas, benih kata hati yang tak pernah teredam | Kau
akan terus berlari kalau begitu | Yah biarlah. Mungkin wajarnya memang seperti
itu.
Serpong, 17 Juli 2013
Istirahat siang, dari kerumitan
No comments:
Post a Comment