Kutemui kau di ujung harap
saat pertapa membelai sekat
bathinmu terkulai tak menatap
hampa menghunus semakin berat
Tanpa sapa rasa, menjadi semu
duka dalam, mata hati tertegun
kubuka tabir sesak di penghujung
kala air mata itu datang membesuk
Adakah cinta mewakili hidup seluruh
saat terkapar kita semakin meluruh
dapatkah tersalahkan semua tulus
disaat semua kebenaran tanpa jemu
Kusapa kau di dinding panjang
bersandar lunglai di sepi menjenjang
kuminta sedikit waktumu yang berharga
hanya mengucap sebait istikharah
Pilihlah, karena tak semua kau jalani
genggamlah dalam cengkeraman nurani
yang tak berbohong di setiap sepi hati
semoga cinta datang dalam kebenaran hakiki
Kost, 13 April 2003, 02:50
No comments:
Post a Comment